14 Agustus 2019

Mengunci WhatsApp dengan Sidik Jari Tanpa Aplikasi Tambahan

Ditulis oleh pada 14.8.19
Mengunci aplikasi WhatsApp dengan kunci sidik jari (fingerprint lock) sebenarnya sudah umum dilakukan oleh para pengguna ponsel Android, baik dengan maupun tanpa aplikasi tambahan. Misalnya dengan memasang aplikasi app lock yang banyak beredar di Play Store, atau dengan memanfaatkan fitur kunci aplikasi bawaan ponsel Xiaomi, Samsung, Oppo, dan semacamnya.

Fingerprint lock WhatsApp Android

Iya, memang bukan hal baru lagi, sob. Hampir semua aplikasi app lock dari pihak ketiga maupun bawaan ponsel sudah menawarkan fitur keamanan standar Android seperti kunci pola, password, pin, dan tentu saja kunci sidik jari. Meski begitu, baru-baru ini WhatsApp sedang melakukan uji coba fitur baru yang memungkinkan kita sebagai pengguna untuk mengamankan aplikasi chat sejuta umat tersebut dengan kunci sidik jari terintegrasi.

Terintegrasi bagaimana? Sederhananya, WhatsApp telah menanamkan fitur kunci sidik jari di aplikasinya, sehingga kita tidak perlu pakai aplikasi tambahan atau fitur kunci bawaan ponsel lagi, sob. Iya, pada saatnya nanti (setelah dirilis dan diaktifkan tentunya), pengguna wajib menekan sensor sidik jari di ponselnya untuk membuka aplikasi WhatsApp. Lalu bagaimana cara mengaktifkan fitur kunci sidik jari di aplikasi WA?


Sabar, sob. Ketika artikel ini dikerjakan, fitur kunci sidik jari baru tersedia di aplikasi WhatsApp Android versi beta, tepatnya versi 2.19.221. Itu pun tidak semua beta tester memperolehnya. Pada update beta selanjutnya (versi 2.19.222), akhirnya WhatsApp memperluas ketersediaan fitur kunci sidik jari tersebut untuk para beta tester yang sebelumnya belum kebagian. Nah, buat Anda yang sudah terdaftar dalam beta program yang digelar WhatsApp, langsung saja update aplikasi WA Anda lewat Play Store.


Cara Mengunci WA dengan Fingerprint Lock Tanpa Aplikasi


Wah, beta program WA ternyata sudah penuh 😢 Tenang, sob. Unduh saja APK WhatsApp beta melalui APKMirror dan pasang di ponsel Android Anda. Setelah itu, aktifkan fitur kunci sidik jari WhatsApp melalui laman Setelan (Settings) → Akun (Account) → Privasi (Privacy) → Kunci sidik jari (Fingerprint lock). Selanjutnya Anda akan diminta untuk mengonfirmasi sidik jari Anda (tempel jari Anda di sensor).

Setelan kunci sidik jari WA tanpa aplikasi

Masih di laman pengaturan kunci sidik jari, kita bisa memilih berapa lama aplikasi WhatsApp akan mengunci secara otomatis ketika sedang tidak digunakan. Pilih "Segera" (Immediately) agar WA langsung terkunci saat Anda menutupnya atau beralih ke aplikasi lain. Alternatifnya, pilih Setelah 1 menit atau 30 menit untuk memberi jeda waktu yang cukup sebelum WA terkunci kembali (berguna bila Anda sering buka tutup WA). Satu lagi, sob. Supaya privasi kita semakin terjaga, nonaktifkan opsi "Tampilkan konten di pemberitahuan" (Show content in notifications) untuk menyembunyikan pesan WA beserta siapa pengirimnya di bilah notifikasi, ketika fitur kunci sidik jari aktif.

Apakah aman menyerahkan sidik jari kita ke WhatsApp? Apalagi WA kan milik Facebook? Saat menggunakan sensor sidik jari di Android, data sidik jari kita hanya akan tersimpan dan terenkripsi di dalam sensor tersebut (Trusted Execution Environment atau TEE). Aplikasi Android, termasuk WA, hanya membaca sinyal keamanan dari dari TEE. Bila datanya cocok, TEE akan mengirimkan sinyal yes dan kunci akan terbuka, bila sebaliknya, sinyal no yang akan dikirim. Jadi tidak ada transfer data fingerprint antara TEE dengan aplikasi mana pun, yang dikirim hanya sinyal perizinan saja. Sederhananya seperti itu, sob.

BTW, walau sudah lama diumumkan, sampai saat ini fitur privasi grup dan share status ke IG dan Facebook belum benar-benar tersedia untuk semua pengguna WhatsApp, sob. Lama sekali ya, padahal sudah berbulan-bulan lalu diposting di blog ini 😄 Entahlah, sob. Mungkin perilisannya bertahap dan masih diuji coba di negara tertentu saja. Sementara itu, kita nikmati saja yang sudah tersedia. Selamat mencoba 😊

Jadilah yang pertama berkomentar

Memudahkan

Suka dengan artikel Memudahkan?

Dukung kami dengan menonaktifkan ad blocker di browser Anda.

FYI: Beberapa isi di blog ini e.g. gambar, tips khusus, dan konten menarik lainnya akan menghilang ketika Anda menggunakan ad blocker.

Terima kasih :)

×