28 April 2015

Cara Mudah Setting Gravity Screen | Aplikasi Pengganti Tombol Fisik Android

Ditulis oleh pada 28.4.15
Untuk menyalakan layar ponsel atau tablet Android, kita biasa memakai tombol Power atau tombol Home (khusus Android yang punya tombol Home fisik). Pada beberapa perangkat Android, besutan LG misalnya, kita dapat menghidupkan layar hanya dengan mengetuk layar dua kali, tanpa melibatkan tombol fisik sama sekali.

Menjelang akhir tahun 2014 kemarin, Memudahkan telah membahas cara menghidupkan layar Android menggunakan tombol volume, yang sangat berguna bila tombol power atau home Android Anda mulai ngadat. Selain itu, sekitar setahun yang lalu, Memudahkan juga pernah membahas cara menyalakan layar Android secara otomatis tanpa perlu tombol, wih canggih dong!

Cara Mudah Setting Gravity Screen

Benar sob, ternyata tanpa menekan tombol manapun, kita bisa menyalakan layar Android. Bagaimana bisa begitu? Masih ingat kan kalau perangkat Android memiliki beragam sensor yang bisa dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan, termasuk menyalakan layar? Iya, ingat, lalu bagaimana caranya? Pakai aplikasi Gravity Screen, sob.

Iya, seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, Gravity Screen adalah aplikasi yang berguna untuk menyalakan dan mematikan layar Android secara otomatis dengan memanfaatkan beragam sensor, seperti proximity, accelerometer, gravity, dsb. Dengan Gravity Screen, Anda tak perlu lagi mematikan layar perangkat Android Anda secara manual saat memasukkannya ke saku atau menaruhnya di atas meja.

Nah, di artikel ini, Memudahkan akan mengetengahkan cara setting aplikasi Gravity Screen pada ponsel atau tablet Android, yang di artikel sebelumnya (ternyata) belum diulas secara mendalam.

Ok sob, mari kita mulai. Silakan install aplikasi Gravity Screen terlebih dahulu (kompatibel dengan Android 2.2 ke atas), lalu jalankan.

Aktifkan device administrator dengan mengetuk tombol Activate, dan selesai. Bercanda sob :D

Activateperingatan

Sebelum mulai menggunakan aplikasi Gravity Screen, sang developer telah memberikan peringatan bahwa fitur utamanya (menghidupmatikan layar Android secara otomatis) telah aktif. Meski begitu, tidak semua fitur bisa berjalan di perangkat Android Anda. Bila Anda mengalami masalah, silakan hubungi developernya sebelum memberikan rating buruk di Play Store. Perlu diingat juga bahwa pada beberapa kasus, aplikasi Gravity Screen bisa menyebabkan alarm tidak menyala saat Android Anda diletakkan pada posisi layar menghadap ke bawah, silakan dites dulu agar tidak telat berangkat sekolah/kuliah/kerja gara-gara alarm mati. Untuk menghapus aplikasi Gravity Screen, gunakan tombol Uninstall yang tersedia di dalam aplikasinya.

Sebenarnya memang sudah selesai sob, begitu tombol Activate diketuk, aplikasi Gravity Screen akan langsung mengaktifkan fitur-fitur utamanya. Agar lebih yakin, simak bahasan lengkap mengenai fitur-fitur utama Gravity Screen berikut (beserta cara setting-nya).


Pocket Sensor


Fitur Pocket Sensor pada aplikasi Gravitiy Screen ini berguna untuk mematikan layar Android secara otomatis begitu dimasukkan ke saku.

Pocket Sensor

Untuk mencobanya, putar perangkat Android Anda 60 derajat atau lebih (bisa diatur sampai 90 derajat, posisinya seperti ketika memasukan ponsel ke saku celana), sesaat kemudian layarnya akan mati secara otomatis. Bingung? Cek video berikut.



Seperti tampak pada video, layar akan kembali menyala bila Anda mengembalikan Android ke posisi semula. Kalau tak mau menyala, cek bahasan Proximity Sensor.

Bila ponsel Anda memakai flip cover, aktifkan opsi Any Direction (Flip Cover). Opsi tersebut memanfaatkan sensor proximity, jadi bagaimanapun posisi perangkat Android Anda, sepanjang masih di dalam saku (flip cover tertutup), layarnya akan tetap mati.

Khusus Gravity Screen Pro, terdapat opsi Landscape Mode, yang berguna untuk menjaga layar tetap hidup ketika berada dalam keadaan landscape.


Table Sensor


Sesuai namanya, fitur Table Sensor pada aplikasi Gravity Screen berguna untuk mematikan layar Android secara otomatis ketika diletakkan di atas meja (atau permukaan stabil lainnya).

Table Sensor

Selanjutnya, silakan letakkan perangkat Android Anda di atas meja (layar menghadap ke atas). Nah, langsung mati kan layarnya? Bila layar tetap menyala, aktifkan opsi Lying Face Up.


Masih belum mati juga layarnya? Mungkin Android Anda belum kompatibel dengan opsi Lying Face Up sob, silakan coba taruh Android Anda di atas meja dengan layar menghadap ke bawah, dijamin mati tuh layar.

Selanjutnya, angkat kembali perangkat Android dari meja. Nah, otomatis nyala lagi kan layarnya? Kalau tak mau nyala, cek fitur selanjutnya.


Proximity Sensor


Pada fitur Proximity Sensor, terdapat dua opsi, yaitu Turn Screen OFF by Proximity dan Turn Screen ON by Proximity.

Proximity Sensor

Opsi Turn Screen OFF by Proximity berfungsi untuk mematikan layar saat berada di saku (dengan posisi yang telah dijelaskan pada ulasan Pocket Sensor).

Bila layar Android Anda tidak mau menyala saat dikeluarkan dari saku atau diangkat dari meja, aktifkan opsi Turn Screen ON by Proximity. Opsi tersebut berguna untuk menyalakan layar Android dengan mengetuk (mengusap) sensor proximity (biasanya terletak di atas layar, di sebelah kamera depan atau speaker depan).


Turn Screen ON by Motion


Fitur Turn ON Screen by Motion berguna untuk menyalakan layar Android hanya dengan menggerakkannya (seperti mengeluarkan ponsel Android dari saku atau mengangkatnya dari meja).

Fitur inilah yang sering membuat bingung kita. Memangnya kenapa? Karena tidak semua perangkat Android mendukung fitur tersebut. Apa sebab? Saya kurang tahu pasti. Kemungkinan karena sensor gravity-nya tidak aktif saat layar mati, jadi tidak bisa mendeteksi gerakan yang dibutuhkan untuk menyalakan layar. Untuk mengatasi masalah itu, gunakan fitur Proximity Sensor untuk menyalakan layar (seperti yang sudah diulas di atas).

Turn Screen ON by Motion

Bila perangkat Android Anda kompatibel dengan fitur Turn Screen ON by Motion, supaya tidak boros baterai, aktifkan opsi Timeout. Secara default, fitur Turn Screen ON by Motion hanya aktif selama 10 menit setalah layar mati, selama itu, Anda bisa menghidupkan layar dengan mengeluarkan perangkat Android Anda dari saku atau mengangkatnya dari meja. Setelah 10 menit, fitur tersebut otomatis akan non-aktif, oleh karena itu (sekali lagi), gunakan fitur Proximity Sensor seperti yang telah dibahas sebelumnya.

Lanjut ke opsi Sensitivity. Sebaiknya opsi ini tidak diubah sob, biarkan seperti adanya, karena bila terlalu sensitif, layar Android Anda akan sering menyala tanpa sengaja (disebabkan oleh gerakan atau getaran kecil saja). Kalau kurang sensitif, layar Android Anda akan sulit dinyalakan ketika diangkat dikeluarkan dari saku. Meski begitu, bila dirasa sensornya terlalu atau kurang sensitif, silakan diatur sesuai selera.

Masih berhubungan dengan sensitifitas, untuk mencegah layar Android menyala sendiri kala di dalam saku, aktifkan opsi False Turn-On Protection in Pocket. Berdasarkan percobaan yang saya lakukan, opsi tersebut akan lebih maknyus bila dipadukan dengan opsi Turn Screen OFF by Proximity, silakan dicoba kalau tak percaya :D


Keep Screen ON by Motion


Fitur Keep Screen On by Motion berfungsi untuk menjaga layar Android tetap menyala saat Anda memegangnya (saat membaca misalnya).

Keep Screen ON by Motion

Bila tiba-tiba layar meredup atau mati, goyangkan Android Anda sedikit saja untuk menyalakannya kembali. Opsi Sensitivity dan Booster juga tersedia sob (untuk perangkat Android yang support), silakan diatur sesuai selera.


More Setting


Masih kurang? Cek More Setting. Di situ tersedia beragam opsi yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan fungsionalitas dari aplikasi Gravity Screen.

More Setting

Opsi Power Button Support misalnya, yang berguna bila Anda ingin mematikan fitur-fitur Gravity Screen untuk sementara. Saat opsi tersebut aktif, tekan tombol power untuk mematikan layar, maka fitur-fitur Gravity Screen akan non-aktif sampai Anda menyalakan layar kembali. Untuk opsi lainnya silakan dicoba sendiri ya sob :)

Memudahkan

Suka dengan artikel Memudahkan?

Dukung kami dengan memasukkan blog ini pada whitelist ad blocker Anda.

Terima kasih :)

×