13 Februari 2013

Vertu Ti, Ponsel Android Mewah Buatan Tangan Perajin di Inggris

Setelah berpisah dengan Nokia, produsen ponsel mewah Vertu kini merilis ponsel terbarunya yang ditenagai oleh sistem operasi Android, yakni Vertu Ti. Mengusung slogan Handmade in England, Powered by Android, ponsel Android pertama dari Vertu ini langsung menebarkan kesan mewah dan eksklusif (serta mahal tentunya).

tampilan vertu ti

Sebagai ponsel yang berkelas, desain Vertu Ti memang tidak main-main, karena dibuat dengan tangan (handmade) oleh perajin ahli di Inggris menggunakan 184 bagian bahan khusus. Casing utama Vertu Ti dibuat menggunakan bahan titanium pilihan yang ringan dan diklaim 5 kali lebih kuat dari casing ponsel pada umumnya. Layar 3,7 incinya pun berbahan kristal safir yang diklaim 4 kali lebih kuat dari layar ponsel manapun.

vertu ti ditandatangani perajinnya

Spesifikasi Vertu Ti pun tidak kalah dengan ponsel-ponsel Android andalan pabrikan lainnya. Mulai dari prosesor dual-core 1.7Ghz, RAM 1GB, dan memori internal 64GB. Sayangnya Vertu Ti masih menggunakan Android ICS (dengan antarmuka yang dimodifikasi) sebagai sistem operasinya, mengingat saat ini rata-rata ponsel baru dari pabrikan lain sudah mengadopsi Jelly Bean.

antarmuka vertu ti

Sektor kamera Vertu Ti diduduki oleh kamera 8MP yang mampu merekam video 1080p dan kamera depan 1,3MP yang dapat digunakan untuk keperluan video conference menggunakan aplikasi Skype atau semacamnya.

kamera vertu ti

Untuk urusan audio, Vertu bekerja sama dengan Bang & Olufsen (perusahaan yang dikenal mumpuni dalam memproduksi sekaligus mendesain peralatan audio-visual) dan London Symphony Orchestra, untuk menghadirkan kualitas audio yang bisa mengimbangi kemewahan ponsel Vertu Ti.

Secara keseluruhan, ponsel pintar besutan Vertu ini penuh dengan kesan glamor dan detil-detil yang indah, karena memang diperuntukkan untuk kalangan atas. Lalu berapa harganya? Untuk versi termurah (Titanium Black Leather), Vertu melepas Vertu Ti dengan harga €7900 atau kurang lebih 100 juta Rupiah :)

Memudahkan

Suka dengan artikel Memudahkan?

Dukung kami dengan memasukkan blog ini pada whitelist ad blocker Anda.

Terima kasih :)

×